Perjalanan saya pertama kali terpikat oleh cutom mechanical keyboard sangatlah cepat, tidak memakan berbulan-bulan seperti orang-orang untuk saya terjun dan memulai hobi ini.
Awalnya, saya begitu sangat menyukai dunia perakitan PC, bulan Januari 2020 saya ingat adalah pertama kalinya dalam hidup saya akhirnya saya mempunyai PC rakitan saya sendiri. Pada saat saya selesai membangun sebuah PC, saya hanya memiliki sebuah keyboard "gaming" biasa, yaitu Logitech G100 yang dibundling termasuk dengan Mouse nya.
Di usia saya yang sudah akan menginjak 30 an ini, saya masih tertarik bermain game. Game yang pertama saya kali coba dan langsung antusias setelah memiliki PC adalah APEX Legends. Sebuah game FPS (First Person Shooter) yang memerlukan kelincahan jari dan kecepatan keyboard. Pada saat itu saya sangat kesal karena dengan keyboard "seadanya" ternyata begitu mempengaruhi reflek saya dalam menggerakan karakter. Mulai lah saya berpikir untuk mengganti keyboard yang lebih premium, dan singkat cerita saya menentukan pilihan pada keyboard lokal; Tecware Phantom RGB.
Saya sama sekali buta akan dunia mechanical keyboard pada waktu itu, saya tidak tahu yang namanya switch itu apa, keycaps itu apa, istilah-istilah dalam dunia keyboard seperti hotswapable, NKRO, tactile, linear, clicky, dst. Saya tidak tahu kalo ternyata keyboard bisa diganti-ganti hampir semua partnya. Ternyata, kebetulan keyboard yang saya pilih adalah keyboard yang memiliki fitur hotswapable dimana fitur ini memungkinkan user untuk mengganti switch keyboard sesuai keinginan. Saat itu saya menerima keyboard ber switch red, dalam dunia switch, beberapa manufacture membuat sebuah code warna. Red atau merah biasanya memiliki feel linear, artinya; ketika anda menekan tombol keyboard, anda hanya akan merasakan kosong (tidak berasa) anda akan tahu bahwa anda sudah menekan tombol hanya ketika tekanan jari anda menyentuh dasar switch nya itulah yang dinamakan linear.
Setelah saya merasakan feel dari red switch, saya mencoba ganti switch nya dengan brown switch, dari situ pula saya gabung dengan group komunitas keyboard di Indonesia. Mereka bernama Indonesia Mechanical Keyboard Group (IMKG). Saya baru tahu jika group ini sudah berjalan dari tahun 2013.
Berlanjut dari situ, racun-racun bertebaran dan saya mulai bereksplorasi tentang berbagai informasi mengenai dunia mechanical keyboard. Termasuk ketika saya menemukan ternyata di kantor ada yang memiliki ketertarikan yang sama pada hobi ini ketika saya tau mereka menonton channel Taeha Types, :3ildcat, dll. Channel di YouTube yang membahas tentang mechanical keyboard secara aesthetic.
Dari situ kita mulai berdiskusi tentang bagaimana membangun keyboard custom sendiri, langkah pertama saya adalah menjual Tecware Phantom RGB saya, agar secara terpaksa saya harus membangun sebuah keyboard custom. Dan akhirnya, pilihan itu jatuh pada GK64, sebuah keyboard yang bagi saya cukup komplit dengan fiturnya, sudah hotswapable yang penting.
Mulai dengan membeli keyboard utuh, lalu saya juga membeli case yang mencuri perhatian saya; Kdbfans 5 Degree Case. Sebuah case yang sangat aesthetic bagi saya.
Semua barang sudah sampai, ketika saya selesai memindahkan PCB, Switch, Keycaps ke case custom. Sebuah rasa kurang puas muncul ketika saya mencoba switch yang begitu clicky feel yang saya sangat benci (karena suara yang dihasilkan pada saat mengetik terlalu nyaring).
Akhirnya setelah saya mencari tau di komunitas, jatuh lah pilihan saya pada switch Durock Creamy Pink Linear. Awalnya saya beli samplenya beberapa, saya gunakan untuk percobaan. Pada saat itu juga saya langsung jatuh cinta pada switch ini. Menurut saya switch ini adalah kesempurnaan Linear (ini opini saya).
Rasa haus ini terus berlanjut, saya tidak tahu kapan saya bisa berhenti karena saat ini saya sangat menikmati hobi baru saya ini. Rencanya saya akan membuat sebuah set keyboard signature saya sendiri, walaupun saya sadar saya bukan orang terkenal. Hahahaha



Komentar
Posting Komentar
Silahkan tulis komentar anda mengenai postingan diatas.